watch sexy videos at nza-vids!
KING OF SEX
Bookmark Now!!
http://kingsex.jw.lt

Gelora Gairah Teh Tita
Not Found404; Not Found

Di kamar kostnya Abi berbaring
sambil ngelamun. Diluar gerimis yang
turun sejak sore belum juga usai
sehingga menambah dinginnya udara
malam, dikota yang memang berhawa
sejuk. Malam minggu tanpa pacar dan hujan pula membuat Abi suntuk.
Dicobanya memejamkan matanya
membayangkan sesuatu. Yang
muncul adalah seraut wajah cantik
berkerudung. Teh Tita, ibu kostnya.
Teh atau Teteh adalah sebutan kakak dalam bahasa Sunda.
Dibayangkannya perempuan itu
tersenyum manis sambil membuka
kerudungnya, mengeraikan
rambutnya yang hitam panjang.
Membuka satupersatu kancing bajunya. Memperlihatkan kulit putih
mulus dan sepasang buah dada
montok yang disangga BH merah
jambu. Dan buah dada itu semakin
menampakkan keindahannya secara
utuh ketika penyangganya telah dilepaskan. Sepasang bukit kembar
padat berisi dengan puting merah
kecoklatan di dua puncaknya
menggantung indah.Lalu tangannya
membuka kancing celana panjang
yang segera meluncur kebawah. Tinggallah secarik celana dalam, yang
sewarna BH, membungkus pinggul
montok. Bagaikan penari strip-tease,
secarik kain kecil itu segera pula
ditanggalkan. Menampakkan
selangkangannya yang membusung dihiasi bulu jembut menghitam,
kontras dengan kulitnya yang putih
mulus. Dihadapannya kini berdiri
perempuan telanjang dengan
keindahan bentuk tubuh yang
menaikan nafsu syhawat. Blarrrr! Suara guntur membuyarkan
lamunannya. Abi bangkit berdiri
sambil menggaruk batang kontol di
selangkangnnya yang mulai tegang
dan keluar dari kamarnya menuju
dapur untuk membuat teh panas. Setelah membuat teh kemudian
keruang duduk untuk nimbrung
nonton TV bersama keluarga tempat
ia kost. Baru sekitar satu bulan ia kost
dirumah keluarga Pak Hamdan setelah
dia pindah dari tempat kostnya yang lama. Hamdan telah beristri dengan
anak satu berumur tujuh tahun. Ternyata ruang duduk itu sepi, TV nya
juga mati. Mungkin Teh Tita sudah
tidur bersama anaknya karena Pak
Hamdan sedang ke Bandung
menemani ibunya yang akan
dioperasi. Akhirnya Abi duduk sendiri dan mulai meghidupkan TV. Ternyata
hampir semua saluran TV yang ada
gambarnya kurang bagus. Abi
mencoba semua saluran dan cuma
Indosiar saja yang agak terlihat
gambarnya meski agak berbintik. Mungkin antenanya kena angin,
pikirnya.Dengan setengah terpaksa
dinikmati sinetron yang entah
judulnya apa, kerena Abi selama ini
tidak pernah tertarik dengan sinetron
Indonesia. Tiba-tiba Abi mendengar pintu kamar
dibuka. Dan dari kamar keluarlah
perempuan yang biasa dipanggil Teh
Tita. Abi kaget melihat kehadiran
perempuan itu yang tiba-tiba. "Eh, Teteh belum tidur? Keberisikan
ya?" tanya Abi tergagap "Ah, tidak apa-apa. Saya belum tidur
kok" jawab perempuan itu dengan
logat Sunda yang kental. Yang membuat Abi kaget sebenarnya
bukan kedatangan perempuan itu,
tapi penampilannya yang luar dari
kebiasaanya. Sehari-hari Tita, seperti
kebanyakan ibu rumah tangga di kota
ini, selalu berkerudung rapat. Sehingga hanya wajahnya saja yang
terlihat. Dan itulah yang pada awalnya
membuatnya tertarik kost dirumah ini
ketika bertamu pertama kali dan
bertemu dengan Tita. Dengan berkerudung justru semakin
menonjolkan kecantikan wajah yang
dimilikinya. Dengan alismatanya yang
tebal terpadu dengan matanya yang
bening indah, hidungnya mancung
bangir dan bibirnya yang merah merekah. Dengan postur tubuh
dibalik bajunya terlihat tinggi
serasi.Entah mengapa Abi selalu
tertarik dengan perempuan cantik
berkerudung. Pikiran nakalnya adalah
apa yang ada dibalik baju yang tertutup itu. Dan pada saat itupun
pikiran kotornya sempat melintas
mencoba membayangkan Tita tanpa
busana. Tapi pikiran itu dibuangnya
ketika bertemu dengan suaminya
yang terlihat berwibawa dan berusia agak lebih tua dari Tita yang masih
dibawah tigapuluh tahun. Akhirnya
jadilah ia kost di paviliun disamping
rumah tersebut dan pikiran kotornya
segera dibuang jauh, karena ia segan
pada Pak Hamdan. Tapi secara sembunyi ia kadang mencuri pandang
memperhatikan kecantikan Tita
dibalik kerudungnya dan kadang
sambil membayangkan ketelanjangan
perempuan itu dibalik bajunya yang
tertutup, seperti tadi. Tapi malam ini Tita berpenampilan lain,
tanpa jilbab/kerudung! Rambutnya
yang tak pernah terlihat, dibiarkan
terurai. Demikian juga dengan
bajunya, Tita memakai daster diatas
lutut yang sekilas cukup menerawang dan hanya dilapisi oleh kimono
panjang yang tidak dikancing.
Sehingga dimata Abi, Tita seperti
bidadari yang turun dari khayangan.
Cantik dan mempesona. Mungkin
begitulah pakaiannya kalau tidur. "Gambar tivinya jelek ya?" tanya Tita
mengagetkan Abi. "Eh, iya. Antenenya kali" jawab Abi
sambil menunduk. Abi semakin berdebar ketika
perempuan itu duduk disebelahnya
sambil meraih remote control. Tercium
bau harum dari tubuhnya membuat
hidung Abi kembang kempis. Lutut
dan sebagian pahanya yang putih terlihat jelas menyembul dari balik
dasternya. Abi menelan ludah. "Semuanya jelek", kata Tita, "Nonton
VCD saja ya?". "Terserah Teteh" kata Abi masih
berdebar menghadapi situasi itu. "Tapi adanya film unyil, nggak apa?"
kata Tita sambil tersenyum menggoda. Abi faham maksud Tita tapi tidak
yakin film yang dimaksud adalah film
porno. "Ya terserah Teteh saja" jawab Abi.
Tita kemudian bangkit dan menuju
kamar anaknya. Abi semakin
berdebar, dirapikan kain sarungnya
dan disadari dibalik sarung itu ia cuma
pakai celana dalam. Diteguknya air digelas. Agak lama Tita keluar dari
kamar dengan membawa kantung
plastik hitam. "Mau nonton yang mana?" tanyanya
menyodorkan beberapa keping VCD
sambil duduk kembali di samping Abi.
Abi menerimanya dan benar
dugaannya itu VCD porno. "Eh, ah yang mana sajalah" kata Abi
belum bisa menenangkan diri dan
menyerahkan kembali VCD-VCD itu. "Yang ini saja, ada ceritanya" kata Tita
mengambil salah satu dan menuju alat
pemutar dekat TV. Abi mencoba
menenangkan diri. "Memang Teteh suka nonton yang
beginian ya?" tanya Abi memancing "Ya kadang-kadang, kalau lagi
suntuk" jawab Tita sambil tertawa
kecil "Bapak juga?" tanya Abi lagi "Ngga lah, marah dia kalau tahu" kata
Tita kembali duduk setelah memencet
tombol player. Memang selama ini Tita
menonton film-film itu secara
sembunyi-sembunyi dari suaminya
yang keras dalam urusan moral. "Bapak kan orangnya kolot" lanjut
Tita "dalam berhubungan suami-istri
juga ngga ada variasinya. Bosen!" Abi tertegun mendengar pengakuan
Tita tentang hal yang sangat rahasia
itu. Abi mulai faham rupanya
perempuan ini kesepian dan bosan
dengan perlakuan suaminya ditempat
tidur. Dan mulai bisa menangkap maksud perempuan ini mengajaknya
nonton film porno. Dalam hati ia
bersorak girang tapi juga takut,
berselingkuh dengan istri orang
belum pernah dilakukannya. Film sudah mulai, sepasang
perempuan dan lelaki terlihat
mengobrol mesra. Tapi Abi tidak
terlalu memperhatikan. Matanya justru
melirik perempuan disebelahnya. Tita
duduk sambil mengangkat satu kakinya keatas kursi dengan
tangannya ditumpangkan dilututnya
yang terlipat, sehingga pahanya yang
mulus makin terbuka lebar. Abi sudah
tidak ragu lagi. "Teteh kesepian ya?" Tanya Abi sambil
menatap perempuan itu Tita balik
menatap Abi dengan pandangan
berbinar dan mengangguk perlahan. "Kamu mau tolong saya?" tanya Tita
sambil memegang tangan Abi. "Bagaimana dengan Bapak ?" tanya
Abi ragu-ragu tapi tahu maksud
perempuan ini. "Jangan sampai Bapak tahu" kata Tita.
"Itu bisa diatur" lanjut Tita sambil
mulai merapatkan tubuhnya. Abi tak mau lagi berpikir, segera
direngkuhnya tubuh perempuan itu.
Wajah mereka kini saling berhadapan,
terlihat kerinduan dan hasrat yang
bergelora dimata Tita. Dan bibirnya
yang merah merekah basah mengundang untuk di kecup. Tanpa
menunggu lagi bibir Abi segera
melumat bibir yang sudah merekah
pasrah itu. Abi semakin yakin bahwa
perempuan ini haus akan sentuhan
lelaki ketika dirasakan ciumannya dibalas dengan penuh nafsu oleh Tita. Bahkan terkesan perempuan itu lebih
berinisiatif dan agresif. Tangan Tita
memegang belakang kepala Abi
menekannya agar ciuman mereka itu
semakin lekat melumat. Abi
mengimbangi ciuman itu dengan penuh gairah sambil mencoba
merangsang perempuan itu lebih
jauh, tangannya mulai merabai tubuh
hangat Tita. Dirabanya paha mulus
yang sedari tadi menarik
perhatiannya, diusapnya perlahan mulai dari lutut yang halus lembut
terus keatas menyusup kebalik
dasternya. Tita bergetar ketika jemari Abi
menyentuh semakin dekat daerah
pangkal pahanya. Tangan Abi
memang mulai merambah seputar
selangkangan perempuan itu yang
masih terbungkus celana dalam. Dengan ujung jarinya diusap-usap
selangkangan itu yang makin terbuka
karena Tita telah merenggangkan
kedua pahanya. Dan rupanya Tita
telah semakin larut hasratnya dan
ingin merasakan rabaan yang langsung pada selangkangannya.
Dengan sigap tanpa malu-malu
ditariknya celana dalam itu, dibantu
oleh Abi dengan senang hati,
sehingga terbuka poloslah lembah
yang menyimpan lubang kenikmatan itu. Segera saja tangan Abi merambahi
kembali lembah hangat milik Tita yang
telah terbuka itu. Dirasakan bulu-bulu
jembut yang lebat dan keriting
melingkupi lembah sempit itu. Jemari
Abi membelai bulu jembut itu mulai dari bawah pusar terus kebawah.Tita
makin mendesah ketika jemari Abi
mulai menyentuh bibir memeknya.
Itulah sentuhan mesra pertama dari
jemari lelaki yang pernah Tita rasakan
pada daerah kemaluannya. Suaminya tidak pernah mau
melakukan hal itu. Dalam bercinta
suaminya tidak pernah melakukan
pemanasan atau rabaan yang cukup
untuk merangsangnya. Biasanya
hanya mencium dan meraba buah dadanya sekilas dan ketika batang
kontolnya sudah tegang langsung
dimasukan ke lubang memek Tita.
Bahkan ketika lubang memek itu
masih kering, sehingga rasa sakitlah
yang dirasakan Tita. Selama hampir delapan tahun menikah, Tita belum
pernah merasakan nikmatnya
bercinta secara sesungguhnya.
Semuanya dikendalikan dan diatur
oleh suaminya. Berapa hari sekali
harus bercinta, cara apa yang dipakai, dan sebagainya. Hamdan suaminya
yang berusia hampir empatpuluhlima
tahun ternyata lelaki yang ortodok
dan tidak pernah memperhatikan
keinginan istrinya. Apalagi ia
menderita ejakulasi prematur. Sehingga sudah jarang frekuensinya,
cepat pula keluarnya. Soal teknik bercinta, jangan ditanya.
Tidak ada variasi dan dilarang istrinya
berinisiatif. Baginya meraba kemaluan
istri apalagi menciumnya adalah dosa.
Melihat istri telanjang adalah saat
memenuhi kewajiban suami istri di ranjang. Baginya bersenggama adalah
memasukan batang kemaluannya
yang tegang ke dalam kemaluan istri
dengan tujuan mengeluarkan airmani
didalam lubang itu secepatnya, tidak
perlu bertanya istrinya puas atau tidak.Sehingga selama bertahun-
tahun, Tita tidak lebih dari benda yang
mati yang punya lubang buat
membuang airmani suaminya bila
tangkinya sudah penuh. Tita sebagai
perempuan, yang ternyata mempunyai hasrat menggebu, cuma
bisa berkhayal bercumbu dengan
lelaki yang bisa memberikan
kenikmatan dengan penuh fantasi. Selama bertahun-tahun. Hanya kira-
kira setahun ini Tita bertemu dengan
seorang wanita sebayanya yang juga
mengalami nasib hampir sama
dengannya. Mereka kemudian
berteman akrab, saling curhat dan bersimpati. Dari wanita ini, Lilis
namanya, Tita mendapatkan film-film
porno yang dipinjamkan secara
sembunyi-sembunyi. Hubungan
mereka sangat akrab karena
keduanya juga takut melakukan selingkuh dengan mencari lelaki lain.
Yang berani mereka lakukan akhirnya
kadang-kadang bermesraan berdua
sebagai pasangan lesbian. Tetapi sebagai perempuan normal Tita
tidak terlalu mendapatkan
kenikmatan yang diharapkan dari
hubungan itu. Dan kini ketika jemari
lelaki yang dengan penuh perasaan
merabai daerah sensitifnya, semakin berkobarlah nafsu ditubuh Tita.
Seakan haus yang selama ini ada telah
menemukan air yang dingin segar. "Ah..terus Bi.." desahnya membara. Kuluman bibir mereka terus saling
bertaut. Lidah mereka saling menjilat,
berpilin mesra. Abi mengeluarkan
semua kemampuannya, demikian
juga dengan Tita mencoba
melepaskan hasrat yang dipendamnya selama ini. Selama
bertahun-tahun Tita dapat meredam
hasratnya. Tak ada keberanian untuk
menyeleweng, meski niat itu ada. Tapi
sudah sejak beberapa bulan terakhir
ini suaminya semakin jarang menyentuhnya. Sehingga hasratnya
semakin menggumpal.Malam ini
keberaniannya muncul ketika
suaminya tidak ada dirumah. Sejak Abi
kost dirumahnya, Tita telah
memperhatikannya dan ia juga tahu pemuda itu juga memperhatikannya. Malam ini Tita tidak perduli lagi
dengan dosa apalagi suaminya. Ia
ingin hasratnya terlampiaskan.Mulut
mereka sudah saling lepas, dan mulut
Abi mulai menyusuri leher jenjang Tita
yang selama ini tertutup rapat. Mulut Abi menciumi leher jenjang yang
lembut itu beberapa saat terus
kebawah sepertinya hendak
kedaerah belahan dada Tita, tapi tiba-
tiba Abi bergeser dari duduknya dan
bersimpuh di lantai dan melepaskan ciumanya sehingga mukanya berada
diantara paha Tita yang
mengangkang dimana bibir
memeknya sedang dirabai jemari
pemuda itu.Rupanya Abi ingin
memberikan rangsangan yang lebih lagi dan rupanya Tita juga faham
maksud Abi. Dengan berdebar dan antusias
ditunggunya aksi Abi lebih lanjut
terhadap selangkangannya dengan
lebih lebar lagi mengangkangkan
kedua kakinya. Tita menunduk
memperhatikan kepala Abi dicondongkan kedepan dan
mulutnya mulai mendekati
selangkangannya yang terbuka.
Dilihatnya TV yang juga sedang
menayangkan gambar yang tidak
kurang hotDihadapan Abi selangkangan perempuan yang telah
terkangkang bebas. Terlihat bulu
jembut yang menghitam agak keriting
menumbuhi lembah yang sempit
diantara paha montok yang putih
mulus. Abi menelan ludah melihat
pemandangan yang indah itu. Labia
mayoranya terlihat merekah basah,
dihiasi bulu jembut menghitam ditepi
dan atasnya. Kontras dan indah
dipandang. Kedua tangannya memegang kedua paha yang telah
mengangkang itu. Dijulurkan lidahnya
menyentuh belahan kemerahan yang
sudah terkuak itu. Tercium wangi
harum dari lembah itu.Kedua tangan
Abi bergeser mendekati lubang memek itu untuk lebih
menguakkannya "Ahhh.!" Tita mendesah dan
pinggulnya bergetar ketika ujung
lidah itu menyentuh bibir memeknya. Desahannya semakin menjadi ketika
lidah Abi mulai menjilati bibir yang
merekah basah itu dan dengan ujung
lidahnya mengelitik kelentit yang
tersembunyi dibelahannya. Dan itu
semakin membuat Tita blingsatan merasakan nikmat yang belum
pernah dirasakan sebelumnya.
Pinggulnya dihentak-hentakkan
keatas menikmati sentuhan yang
belum pernah dirasakan tapi telah
lama dihayalkan. Abi terus melakukan jilatan yang nikmat itu dan tangannya
yang satu mulai merambah keatas
meremasi buah dada yang montok
padat. Rupanya Tita sudah merasa semakin
panas meskipun diluar hujan masih
turun. Segera dibuka kimono dan
dasternya, juga BH yang
membungkus sepasang bukit
kembar, sehingga perempuan yang sehari-hari selalu berbaju tertutup dan
terlihat alim ini kini duduk telanjang
bulat disofa dengan kedua kakinya
mengangkang dimana seorang
pemuda bersimpuh sedang menjilati
memeknya. Mata Tita merem melek menikmati jilatan lidah dan rabaan
tangan Abi. Hasrat yang telah lama
dihayalkan kini mulai terwujud. Ia
bertekad untuk mewujudkan dan
melaksanakan semua hayalan yang
selama ini disimpannya. Banyak hayalan gila-gilaan yang pernah di
rekanya, hasil dari pengamatannya
menonton film-film porno. Demikian juga dengan Abi, impiannya
kini tercapai. Bukan hanya melihat
perempuan berkerudung telanjang
tapi juga bisa merabai tubuhnya
bahkan mungkin sebentar lagi
bercinta dengannya. Jilatan dan rabaan Abi rupanya telah menaikkan
nafsu Tita makin tinggi hingga
akhirnya dirasakan hasrat itu semakin
memuncak. Tita yang belum pernah
merasakan orgasme selama
berhubungan dengan suaminya, tapi dari rangsangan ketika berhubungan
lesbian dengan Lilis dan ketika
menonton film porno sambil merabai
kemaluannya sendiri, ia tahu akan
segera orgasme. Dengan ganas di
tariknyanya kepala Abi agar makin rapat keselangkangannya sambil
menggerakkan pinggulnya naik
turun, sehingga bukan hanya mulut
Abi yang mengesek memeknya tapi
juga hidung dan dagu pemuda itu. "Ahhhduh gusti! Ahhh! enak euy !"
jeritnya tertahan ketika akhirnya
orgasme itu datang juga. Abi sempat tidak bisa bernafas ketika
mukanya dibenamkan rapat
keselangkangan itu ditambah Tita
merapatkan kedua pahanya menjepit
kepalanya. Beberapa saat Tita
menyenderkan kepalanya disandaran sofa dengan mata terpejam menikmati
untuk pertama kali klimaks karena
dicumbu lelaki, nafas memburu dan
perlahan kedua kakinya yang
menjepit kepala Abi kembali
membuka sehingga Abi dapat melepaskan diri. Muka Abi basah
bukan hanya oleh keringat tapi juga
oleh cairan yang keluar dari lubang
kenikmatan Tita. Abi bangkit berdiri sambil membuka
kausnya yang digunakan untuk
mengelap mukanya. Tubuhnya
berkeringat. Dipandangi perempuan
telanjang itu yang duduk
mengangkang. Baru ini dapat diamati tubuh telanjang perempuan itu secara
utuh. "Hatur nuhun ya Bi" kata Tita
berterima kasih sambil membuka
matanya sehabis meresapi
kenikmatan yang baru diraihnya. Dan matanya kembali berbinar ketika
dilihatnya Abi telah berdiri telanjang
bulat dengan batang kontol
mengacung keras. Batang kontol
yang besar dan panjang. Jauh lebih
besar dari punya suaminya. Ini untuk pertama kalinya ia melihat lelaki
telanjang bulat selain suaminya. Abi
mendekat dan meraih tangan Tita, dan
menariknya berdiri. Kemudian Abi
mundur dua langkah mengamati
tubuh telanjang perempuan itu lebih seksama. "Kenapa sih?" tanya Tita sambil
senyum-senyum. "Saya lagi memandangi tubuh indah
sempurna yang selama ini tertutup"
jawab Abi yang memang terpesona
dengan apa yang ada dihadapannya. Ternyata benar yang sering
diangankannya tentang apa yang ada
dibalik baju tertutup yang selama ini
dipakai Tita, bahkan lebih indah dari
yang dibayangkannya karena ini
benar-benar nyata. Tubuh Tita memang nyaris sempurna. Badannya
tinggi semampai dengan wajah yang
cantik dan lekuk setiap tubuhnya
saling mendukung dan proposional.
Buah dadanya besar padat berisi,
pinggangnya ramping dengan pinggul dan pantat yang montok serta
sepasang kaki jenjang dengan paha
yang padat berisi. Semuanya dibalut
dengan kulit yang putih mulus tanpa
cela. Dan sesuatu yang rimbun
berbulu kehitaman di pangkal pahanya menambah pesona. Pemandangan itu semakin
memperkeras acungan batang kontol
Abi. Dan Tita yang sudah terpesona
dengan benda itu dari tadi segera
meraih dan mengenggamnya. Tita
kembali duduk sambil tetap menggengam batang kontol itu. Abi
mengikuti dan tahu maksudnya.
Ternyata perempuan ini penuh
dengan fantasi yang hebat, pikirnya.
Dengan mata berbinar diperhatikan
batang kontol yang tegang dihadapannya. Kontol yang jauh lebih
besar dan panjang dari punya
suaminya. Telah lama Tita ingin
merasakan mengulum kontol lelaki
seperti yang dilihatnya difilm porno. Dipandangnya otot tegang dalam
genggaman tangannya. Dengan
ujung lidahnya dijilat perlahan kepala
kontol yang mengkilap kecoklatan itu.
Terasa aneh, tapi diulang lagi dan lagi
sehingga hasratnya makin menggebu. Maka dengan perlahan dibuka
mulutnya sambil memasukan batang
kontol yang telah basah itu dan
dikulumnya. Abi meringis nikmat
diperlakukan begitu. Apalagi Tita
mulai melumati batang kontol didalam mulutnya dengan semakin bernafsu. Tita mencoba mempratekkan apa
yang dilihatnya difilm. Ia tidak hanya
menggunakan lidahnya tapi
menggaruk batang kontol itu dengam
giginya, membuat Abi semakin
meringis nikmat. Satu lagi ingin dirasakan Tita adalah rasa air mani
lelaki. Karena itu ia ingin merangsang
Abi agar pemuda itu orgasme dan
menumpahkan cairan mani di
mulutnya. Tita yang selama ini kecewa
dengan kehidupan sex bersama suaminya hingga terlibat hubungan
lesbian dan sering menghayalkan
fantasi-fantasi liar yang pernah
ditontonnya di film. Kini ia punya kesempatan untuk
mewujudkannya. Tak ada lagi rasa
malu atau jijik. Telah dilepaskan
semua atribut sebagai istri yang patuh
dan saleh. Yang ada didalam
benaknya adalah menuntaskan hasratnya.Abi yang batang kontolnya
dikulum sedemikian rupa semakin
terangsang tinggi. Kuluman mulut Tita
meskipun baru untuk pertama kali
melakukannya tapi cukup
membuatnya mengelinjang nikmat. Sangat lain sensasinya. Hingga
akhirnya. "Ah Teh, sudah mau keluar nih" desis
Abi mengingatkan sambil mencoba
menarik pinggulnya. Tapi Tita yang memang mau
merasakan semburan mani
dimulutnya malah semakin
menggiatkan kulumannya. Hingga
akhirnya tanpa bisa ditahan lagi,
batang kontol itu menumpahkan cairan kenikmatan didalam mulut Tita.
Abi meregang, dengkulnya terasa
goyah. Dan Tita semakin menguatkan
kuluman bibirnya di kontol itu.
Dirasakannya cairan hangat
menyemprot didalam mulutnya, rasanya aneh sedikit tapi gurih. Enak
menurutnya. Tanpa ragu Tita semakin
keras mengocok batang kontol itu
dan dengan lahap ditelannya cairan
yang muncrat dari lubang kontol Abi,
bahkan sampai tetes terakhir dengan menghisap batang kontol itu. Tanpa
rasa jijik atau mual. "Bagai mana rasanya Teh?" tanya Abi.
Ia kagum ada perempuan yang mau
menelan air maninya dengan antusias. "Enak, gurih" kata Tita tanpa ragu.
Keduanya duduk diatas sofa
mengatur nafas. Kemudian Tita
bangkit. "Sebentar ya, saya buatkan minuman
buat kamu" katanya sambil kedapur
dengan hanya mengenakan kimono.
Abi sambil telanjang mengikuti dari
belakang dan ke kamar mandi
membersihkan batang kontolnya sambil kencing. Setelah itu didapatinya
Tita di dapur membuatkan minuman. Abi mendekati dari belakang dan
mendekapnya sambil tangannya
meremas sepasang bukit kembar
yang menggantung bebas. Tita
menggelinjang merasakan remasan di
dadanya. Apalagi ketika kuduknya diciumi Abi. Perlahan dirasakan
batang kontol Abi mulai bangkit lagi
mengganjal dipantatnya. Tita semakin
mengelinjang ketika tangan Abi yang
satunya mulai merambahi
selangkangannya. "Sudah nggak sabar ya" katanya
sambil ketawa dan berbalik. Kembali
keduanya berciuman dengan rakus. "Dikamar saja ya" ajak Tita ketika
ciuman mereka semakin larut. Mereka
masuk kekamar yang biasanya untuk
tamu. Disana ada tempat tidur besar
dengan kasur empuk. Bersambung...

<<Back to Cerita Dewasa
HHome

TOP-RATING

©2026 Benoze Corporation